Pemerintah bersiap membuka 63 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia pada Juli 2025, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat miskin dan penguatan pendidikan inklusif di daerah-daerah tertinggal dan marginal.
“Sampai 12 Mei kemarin, kami catat ada 63 titik yang mulai beroperasi pada Juli tahun ini. Insya Allah pertengahan Juli sudah dimulai,” ujar Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Agus Zainal Arifin, dalam rapat bersama Panja Pendidikan Daerah 3T dan Marginal Komisi X DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (19/5/2025).
Fokus pada Akses, Bukan Prestasi Akademik
Agus menjelaskan bahwa proses penerimaan murid tidak bergantung pada kecerdasan atau nilai akademik, melainkan lebih mengutamakan kelengkapan administrasi dan kondisi sosial ekonomi keluarga.
“Seleksinya diutamakan hanya pada administrasi, tidak pada kecerdasan atau kemampuan akademik, termasuk kalau IQ-nya hanya 80, itu tidak masalah, tetap harus diterima,” katanya.
Syarat utama adalah calon murid berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem, sesuai data Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pertimbangan Kesehatan: Dirujuk, Bukan Ditolak
Meski terbuka untuk semua anak miskin, pemerintah tetap memperhatikan aspek kesehatan. Anak-anak dengan penyakit menular akan dirujuk untuk pengobatan terlebih dahulu sebelum dapat menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Menurut arahan Presiden Prabowo, anak-anak dengan penyakit menular tidak boleh ditolak, tapi dirujuk untuk perawatan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan,” jelas Agus.
Harapan Baru bagi Pendidikan Inklusif
Kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi keluarga-keluarga miskin ekstrem agar anak-anak mereka tetap bisa mengakses pendidikan yang layak. Dengan pendekatan berbasis inklusi, sekolah ini membuka ruang belajar yang ramah, adil, dan terjangkau untuk semua.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan struktural dan peningkatan kesejahteraan sosial jangka panjang.(man)






